MAKASSAR – Brave Camp Indonesia melalui unit pengembangan kewirausahaannya, Brave Venture, sukses menyelenggarakan Brave Venture Masterclass Batch 01 yang bertempat di Yotta Signature, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar. Mengusung tema kemandirian ekonomi pemuda, kegiatan ini menjadi tonggak awal lahirnya ekosistem Youth Leadership & Blue Skills Academy di bawah naungan CV Ellung Kreasi Lestari.
Program ini mendapatkan respon luar biasa dari pemuda di Sulawesi Selatan. Tercatat sebanyak 62 pendaftar dari berbagai latar belakang bisnis ikut berpartisipasi dalam proses seleksi. Untuk menjaga kualitas mentor dan intensitas sesi belajar, panitia mengkurasi pendaftar hingga terpilih 34 peserta yang berhak mengikuti kelas eksklusif ini. Delegasi berasal dari berbagai unsur seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Dispora Makassar, Dinas Koperasi & UKM (Diskop & UKM) Sulsel maupun Makassar, KNPI Sulsel dan KNPI Makassar, Unifa dan perwakilan Duta-Duta Pemuda.
Bukan sekadar teori, para peserta dibekali ilmu “daging” langsung dari para Founder brand lokal yang telah sukses menasional. Hadir sebagai pemateri utama, Founder Yotta Adryan Yudhistira Purwanto dan Founder Lazuna Chicken Hasdar Haedar, Area Lead Online Food Sulawesi yang membedah tuntas strategi operasional, manajemen finansial, hingga cara membangun loyalitas konsumen di era digital. Dari materi platform online food memberikan perspektif baru mengenai pentingnya digitalisasi UMKM bagi pengusaha muda agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan H Suherman, SE.,MM. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi langkah mandiri yang diambil oleh Brave Camp Indonesia dalam membina potensi pemuda.
“Sinergi seperti ini adalah apa yang kita butuhkan. Kemandirian ekonomi pemuda bukan hanya soal modal, tapi soal karakter dan ekosistem yang mendukung,” ungkapnya saat menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada para peserta.
Kadispora Sulsel juga mengharapkan agar Brave Venture dilaksanakan berkelanjutan agar ke depan lahir founder-founder baru yang akan memajukan Sulsel. Pada kesempatan itu, Kadispora juga meminta agar para mentor tetap membimbing dan mendampingi “anak didik” Brave Venture sampai berhasil mengembangkan usahanya.
Brave Venture bukan sekadar pelatihan bisnis biasa. Ini merupakan bagian dari ekosistem besar yang digagas oleh Angriani S. Ugart, sang inisiator. Program ini menyambung pondasi karakter yang dibangun di Kids Camp, lalu ditingkatkan ke level kewirausahaan di Brave Venture, dengan dukungan keahlian teknis kelautan dari Makassar Diving School (MDS).
“Kami ingin menciptakan jalur pendidikan yang berkelanjutan. Dari pembentukan karakter sejak dini, hingga kemandirian bisnis saat dewasa, semuanya bermuara pada penguasaan potensi maritim kita lewat Blue Skills Academy,” jelas Anggi, alumni Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.
Melalui suksesnya Batch 01 ini, Brave Venture berkomitmen untuk terus menjadi wadah inkubasi bagi wirausaha muda di Makassar. Dengan dukungan dari berbagai sektor—mulai dari pemerintah, korporat, hingga praktisi—Brave Venture optimis mampu mencetak pemimpin bisnis yang tidak hanya tangguh secara mental, tetapi juga inovatif dalam mengelola potensi daerah.

BERITAKOTAMAKASSAR.COM - Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulawesi Selatan, H. Suherman menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap ekosistem wirausaha muda. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi gelaran Brave Venture Masterclass 2026 yang diinisiasi oleh Brave Camp Indonesia, Sabtu (14/2/2026).